BATAMKOTA.COM, Batam – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam terganggu akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).
Dampak ini tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menekan aktivitas ekonomi di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam sebagai hub transportasi utama.
Berdasarkan data operasional yang diterima redaksi KE Groups, dari total 70 rencana penerbangan dengan 8.802 penumpang, sebanyak 21 penerbangan rute Batam–Jakarta terdampak dan harus dibatalkan. Jumlah penumpang yang terdampak mencapai sekitar 2.500 orang.
Sementara itu, 49 penerbangan lainnya pada rute selain Jakarta masih tetap beroperasi normal dengan total 6.283 penumpang.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan demi keselamatan penerbangan, mengingat abu vulkanik sangat berbahaya bagi mesin pesawat.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, BMKG, dan maskapai untuk memastikan kondisi udara aman sebelum operasional kembali normal,” ujar Annang.
Ia menambahkan, pihak bandara bersama maskapai telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk opsi reschedule dan refund bagi penumpang yang terdampak.
Dampak Ekonomi Mulai Terasa
Gangguan penerbangan ini diperkirakan berdampak langsung pada sektor ekonomi Batam, terutama pariwisata, perdagangan, dan mobilitas bisnis.
Bandara Hang Nadim sendiri merupakan pintu utama transportasi udara di Batam yang melayani jutaan penumpang setiap tahun dan menjadi penghubung penting ke berbagai kota besar di Indonesia.
Pembatalan penerbangan rute Batam–Jakarta dinilai signifikan karena jalur tersebut merupakan salah satu rute tersibuk, terutama untuk perjalanan bisnis dan logistik.
“Efeknya bukan hanya pada penumpang, tetapi juga pada pergerakan ekonomi, termasuk distribusi barang dan aktivitas investasi yang bergantung pada konektivitas udara,” tambah Annang.
Maskapai Terdampak
Sejumlah maskapai yang terdampak pembatalan di antaranya Super Air Jet, Citilink, Garuda Indonesia dan Batik Air.
Mayoritas pembatalan terjadi pada rute menuju dan dari Jakarta yang berada dalam jalur sebaran abu vulkanik.
Hingga saat ini, operasional penerbangan masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik.
Pihak bandara mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.
Jika kondisi belum membaik, potensi gangguan diperkirakan masih bisa berlanjut dan berdampak lebih luas pada aktivitas ekonomi regional. (Iman Suryanto)





