BI: Ekonomi Kepri Tumbuh 7,02 Persen, Industri dan Investasi Terus Menguat

BATAMKOTA.COM, BATAM — Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan kinerja yang semakin solid hingga Semester I 2026. Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,02 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro disela-sela Bicang Bareng Media Kantor PErwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (15/9/2026) mengatakan kinerja tersebut memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Pertumbuhan ekonomi Kepri pada Semester I 2026 mencapai 7,02 persen. Angka ini berada jauh di atas nasional yang sebesar 5,45 persen,” ujar Rony.

Dengan capaian tersebut, Kepri mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera selama enam triwulan berturut-turut.

Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari menguatnya pembentukan modal atau investasi. Pada periode yang sama, investasi di Kepri tumbuh sekitar 24 persen.

Lonjakan investasi tersebut turut mengubah kontribusi pembentukan modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri. Sumbangannya meningkat signifikan dari sekitar 3,62 persen menjadi 10,62 persen.

Menurut Rony, peningkatan investasi menjadi sinyal bahwa aktivitas pembangunan dan ekspansi industri di Kepri terus berlangsung.

Kenaikan impor pada Triwulan II 2026 juga dinilai perlu dilihat secara lebih mendalam. Pasalnya, peningkatan tersebut terutama didorong masuknya barang modal dan bahan baku industri, bukan barang konsumsi.

Kondisi itu menjadi indikasi bahwa aktivitas pembangunan pabrik dan proyek fisik di Kepri masih berjalan.

“Kalau impor meningkat karena barang modal dan bahan baku, ini justru menunjukkan adanya aktivitas investasi dan pembangunan yang sedang berlangsung,” kata Rony.

Masuknya mesin, peralatan produksi, serta bahan baku tersebut diperkirakan akan memberikan dampak lanjutan terhadap perekonomian ketika proyek-proyek investasi mulai memasuki tahap produksi.

Setelah fase konstruksi selesai, peningkatan kapasitas produksi diharapkan mendorong ekspor sekaligus menciptakan efek berganda terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya.

Struktur ekonomi Kepri hingga kini masih sangat ditopang sektor manufaktur. Stabilitas industri pengolahan, ditambah kinerja sektor pertambangan yang relatif terjaga, menjadi salah satu faktor penting di balik tingginya pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejumlah investasi berskala besar yang masuk ke kawasan industri juga berpotensi memberikan kontribusi lebih besar ketika mulai beroperasi secara penuh.

Secara spasial, Kota Batam masih menjadi motor utama ekonomi Kepri. Kontribusi Batam terhadap total perekonomian provinsi berada di kisaran lebih dari 65 persen hingga mendekati 70 persen.

Besarnya kontribusi Batam sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mendorong sumber pertumbuhan baru di kabupaten dan kota lainnya.

Pos terkait