Batam Justru Menikmati Dampak Positif
Berbeda dengan kondisi nasional, Batam yang dikenal sebagai kawasan industri dan ekspor justru memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah.
Rafky menjelaskan bahwa sebagian besar produk industri di Batam dipasarkan ke luar negeri dengan transaksi menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat maupun mata uang asing lainnya. Ketika rupiah melemah, nilai pendapatan perusahaan dalam rupiah otomatis meningkat.
“Mayoritas produk Batam dijual ke pasar ekspor dan pembayarannya diterima dalam dolar. Ketika dikonversi ke rupiah, nilai pendapatan perusahaan menjadi lebih besar sehingga memberikan tambahan keuntungan bagi pelaku usaha,” jelasnya.
Tidak hanya sektor industri manufaktur, dampak positif juga dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor pariwisata.
Melemahnya rupiah membuat biaya berwisata ke Batam menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan negara tetangga lainnya. Akibatnya, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan yang berdampak langsung pada berbagai sektor ekonomi.
Hotel, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, jasa hiburan hingga usaha kuliner lokal ikut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi.
“Pelaku UMKM dan sektor pariwisata saat ini cukup menikmati kondisi tersebut. Wisatawan dari negara tetangga semakin banyak datang ke Batam sehingga menciptakan efek berganda atau multiplier effect yang sangat luas bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Menurut Rafky, hampir seluruh sektor yang berkaitan dengan aktivitas wisata mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Batam tetap positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Meski kurs rupiah tengah mengalami tekanan, Rafky mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan saat menghadapi krisis ekonomi pada tahun 1998.
Berbagai indikator makro ekonomi nasional, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat perbankan, cadangan devisa, serta stabilitas sistem keuangan masih menunjukkan kondisi yang relatif baik.





