“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kondisi Natuna dan berbagai program strategis yang sedang berjalan. Kami berharap melalui kunjungan ini, aspirasi pemerintah daerah dan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik,” ujar Nyanyang.
Ia mengatakan, pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong agar pembangunan di wilayah kepulauan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Terlebih, karakteristik geografis Natuna yang berada di wilayah terdepan Indonesia membutuhkan pendekatan pembangunan yang sesuai dengan kondisi daerah.
“Natuna memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, pembangunan di Natuna harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, konektivitas, pelayanan dasar, ekonomi serta potensi daerah,” katanya.
Nyanyang juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan di kawasan perbatasan.
Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan lembaga negara di Natuna dapat menjadi ruang untuk melihat berbagai kebutuhan daerah secara lebih dekat sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kita ingin pembangunan di Natuna terus bergerak dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Untuk itu, sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, program pembangunan di Natuna tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat, pendidikan, peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Bagi Pemerintah Provinsi Kepri, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas pemerintahan sekaligus memastikan pembangunan kawasan perbatasan mendapatkan perhatian yang berkelanjutan.
Dengan posisi Natuna sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di wilayah terdepan Indonesia. (Iman)






