27.705 Orang Datangi PTSP BP Batam, Konsultasi Lahan Capai 8.644 Kunjungan

BATAMKOTA.COM, BATAM – Aktivitas pelayanan publik yang berkaitan dengan investasi dan kegiatan usaha di Batam menunjukkan intensitas yang cukup tinggi. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat 27.705 kunjungan masyarakat ke layanan Front Office Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sepanjang semester I 2026.

Anggota/Deputy Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, tingginya kunjungan tersebut menjadi gambaran kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan informasi, konsultasi, hingga administrasi yang disediakan BP Batam.

“Kami terus berupaya memastikan pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha dapat berjalan dengan mudah, cepat, transparan, dan profesional. Tingginya kunjungan ke PTSP menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan usaha di Batam,” ujar Ariastuty pada Rabu (9/9/2026) pagi.

Berdasarkan data PTSP BP Batam, konsultasi lahan menjadi layanan yang paling banyak dikunjungi selama Januari-Juni 2026, dengan total 8.644 kunjungan.

Posisi berikutnya ditempati layanan Tanda Tangan KPT PPT (TTD KPT PPT) sebanyak 5.340 kunjungan. Sementara layanan OSS mencatat 4.125 kunjungan dan Helpdesk sebanyak 4.099 kunjungan.

Adapun layanan legalisir tercatat 2.724 kunjungan, IBOSS sebanyak 1.819 kunjungan, serta layanan pengaduan sebanyak 954 kunjungan.

Ariastuty menilai keberadaan PTSP menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat sekaligus menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif di Batam.

“Pelayanan terpadu ini kami dorong agar masyarakat maupun pelaku usaha mendapatkan akses layanan yang jelas dan terintegrasi. Kami ingin proses pelayanan dapat memberikan kemudahan serta kepastian bagi mereka yang membutuhkan layanan BP Batam,” katanya.

Konsultasi Lahan Jadi Layanan Terpadat

Dominasi konsultasi lahan dengan 8.644 kunjungan memperlihatkan bahwa kebutuhan informasi terkait lahan masih menjadi salah satu isu utama bagi masyarakat maupun dunia usaha di Batam.

Sementara tingginya penggunaan layanan OSS dan Helpdesk menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap pendampingan dalam proses perizinan dan pelayanan berbasis digital.

Dengan total 27.705 kunjungan, PTSP BP Batam sepanjang semester pertama 2026 tidak hanya menjadi pusat administrasi, tetapi juga menjadi salah satu kanal penting bagi masyarakat dan investor untuk memperoleh informasi serta pendampingan terkait berbagai kebutuhan usaha di Batam.

Ariastuty menegaskan, BP Batam akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan agar proses administrasi semakin efektif dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan. Harapannya, masyarakat dan pelaku usaha semakin mudah mendapatkan layanan yang dibutuhkan dan prosesnya dapat berlangsung secara efektif,” ujar Ariastuty. (Iman)

Pos terkait