Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Analis Prediksi BI Sulit Pangkas Suku Bunga

BATAMKOTA.COM, JAKARTA – Kenaikan inflasi pada Juni 2026 diperkirakan akan membatasi ruang gerak Bank Indonesia (BI) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Sejumlah analis menilai tekanan inflasi yang masih tinggi membuat bank sentral harus tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,44 persen secara bulanan (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei 2026 yang mencapai 0,28 persen.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, secara tahunan (year on year/YoY), inflasi meningkat menjadi 3,34 persen, naik dari 3,08 persen pada Mei 2026. Adapun inflasi tahun kalender (year to date/ytd) mencapai 1,79 persen, lebih tinggi dibandingkan posisi Mei yang sebesar 1,35 persen.

Kenaikan Tarif Transportasi Jadi Pendorong

Dalam riset terbarunya, MNC Sekuritas menyebut kenaikan inflasi terutama dipicu oleh meningkatnya tarif transportasi setelah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) serta kenaikan harga tiket pesawat. Selain itu, inflasi kelompok makanan dan minuman juga masih memberikan tekanan terhadap harga-harga domestik.

Pos terkait