BPS Ungkap Lulusan SMK Jadi Kelompok Pengangguran Terbesar di Indonesia

BATAMKOTA.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia pada 2026. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Berdasarkan data BPS yang dikutip Kompas.com pada 26 Juni 2026, jumlah lulusan SMK yang menganggur mencapai 813.776 orang. Angka tersebut setara dengan sekitar 11,24 persen dari total pengangguran terbuka nasional yang tercatat sebanyak 7,24 juta jiwa.

Jumlah tersebut melampaui angka pengangguran dari lulusan jenjang pendidikan lainnya, termasuk lulusan SD dan SMP. Padahal, pendidikan vokasi seperti SMK selama ini dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja yang siap masuk ke dunia industri.

Tingginya angka pengangguran lulusan SMK menjadi perhatian karena menunjukkan tantangan dalam proses penyerapan tenaga kerja di sektor formal. Sejumlah pengamat menilai kondisi ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki lulusan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Selain itu, perusahaan juga dinilai semakin selektif dalam merekrut tenaga kerja dengan menetapkan standar kompetensi yang lebih tinggi. Akibatnya, sebagian lulusan SMK belum mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri.

Pos terkait