“Ini tempat pemandian air panas yang luar biasa. Suhunya sekitar 53 derajat Celsius dan tidak mengandung belerang. Masyarakat Kepri maupun dari luar daerah wajib datang untuk merasakan sendiri keunikannya,” ujar Nyanyang saat ditemui disela-sela kunjungannya pada Rabu (8/7/2026) siang.
Di sela kunjungan, Nyanyang mengajak masyarakat untuk melihat sisi lain Kepulauan Riau. Selama ini provinsi tersebut lebih dikenal dengan pantai, pulau-pulau eksotis, serta wisata baharinya. Padahal, Karimun juga memiliki wisata geothermal alami yang tak kalah menarik.
Letaknya yang strategis di kawasan perbatasan, berdekatan dengan Singapura, Malaysia, Batam, dan daratan Sumatra, menjadi modal besar untuk mengembangkan destinasi ini sebagai magnet baru pariwisata.
Bagi pencinta wisata alam, Tanjung Hutan menawarkan pengalaman yang sederhana namun berkesan. Berendam di kolam air panas alami sambil menikmati hijaunya pepohonan menjadi cara menikmati waktu yang sulit ditemukan di destinasi wisata modern.
Potensi inilah yang diharapkan terus dikembangkan melalui dukungan pemerintah dan masyarakat. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang tumbuhnya ekonomi lokal, mulai dari pelaku UMKM, kuliner, hingga penginapan dan jasa transportasi.






