Ansar Ahmad Ungkap Ekonomi Kepri Tumbuh 6,95 Persen Saat Tabligh Akbar Maulid Nabi

BATAMKOTA.COM, BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keteladanan, persatuan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad saat menghadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Besar Darul Ghufran, Perumnas Sagulung Permai, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Senin (24/8/2026) malam.

Tabligh akbar mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW” dan menghadirkan Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai penceramah. Kegiatan turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri Dr. Nyanyang Haris Pratamura, jajaran Pemprov Kepri, Forkopimda, instansi vertikal, tokoh agama, hingga Kepala-kepala sekolah se-kecamatan Sei Beduk serta Imam Masjid se-Provinsi Kepri serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Ansar mengatakan Maulid Nabi merupakan peristiwa penting bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan dan keteladanan Rasulullah SAW.

“Sebagai bentuk ungkapan rasa cinta, rasa kasih, rasa hormat kita, sebagai ucapan terima kasih kita, setiap tahun kita memperingati hari kelahirannya,” ujar Ansar.

Ia kemudian mengingatkan masyarakat pada pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yang menegaskan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik.

Menurut Ansar, keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak hanya relevan dalam kehidupan beragama, tetapi juga penting diterapkan dalam kehidupan sosial, pemerintahan dan pembangunan.

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu terdapat contoh atau suri teladan yang baik bagi kita,” katanya.

Ansar juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar dirinya bersama Wakil Gubernur Kepri serta seluruh jajaran pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik, sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Ekonomi Kepri Tumbuh 5,09 Persen
Dalam kesempatan tersebut, Ansar turut menyampaikan sejumlah perkembangan pembangunan Kepri. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi daerah terus menunjukkan tren positif.

Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Kepri disebut mencapai 6,95 persen. Menurut Ansar, capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri menembus angka 6,95 persen. Kita tertinggi di Sumatra dan tertinggi ketiga di Indonesia,” ungkapnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, Ansar juga menyampaikan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri yang berada di posisi ketiga terbaik dari 38 provinsi dengan nilai 80,53 poin.

Ia menegaskan pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pemerataan agar hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi perlu terus kita tingkatkan, tapi pemerataan harus kita jaga,” katanya.

Ansar mengatakan Pemprov Kepri terus berupaya menjaga tingkat kesenjangan melalui berbagai kebijakan pembangunan, sehingga peningkatan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok masyarakat tertentu.

Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan di tengah kemajemukan masyarakat Kepri.

Menurutnya, kehidupan masyarakat yang rukun dan damai menjadi modal penting bagi Kepri sebagai daerah tujuan investasi sekaligus destinasi pariwisata nasional dan internasional.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.

“Walaupun Kepri ini provinsi yang sangat majemuk, akan tetapi kita bisa hidup rukun dan damai. Kita bisa menjaga situasi daerah kita tetap kondusif,” ujarnya.

Ansar menambahkan, stabilitas keamanan dan kerukunan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor serta kenyamanan wisatawan yang datang ke Kepulauan Riau.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung program strategis nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

“Mari bersama-sama kita bertekad agar semua program-program pemerintah pusat, program-program strategis nasional yang tertuang di dalam Asta Cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden, kita dukung sepenuhnya bersama-sama,” katanya.

Wagub Nyanyang: Keteladanan Nabi Harus Diwujudkan dalam Kehidupan
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat akhlak dan kepedulian sosial.

Menurut Nyanyang, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, kepedulian dan persaudaraan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW. Keteladanan itu harus kita wujudkan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan amanah,” ujar Nyanyang.

Ia juga mengajak masyarakat Kepri memperkuat persatuan dan menjaga suasana kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Kepri adalah daerah yang majemuk. Karena itu, persaudaraan, toleransi dan gotong royong harus terus kita rawat agar pembangunan berjalan dengan baik dan masyarakat dapat hidup aman serta sejahtera,” katanya.

Nyanyang menilai sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun generasi yang memiliki karakter kuat dan berakhlak mulia.

Tidak hanya menjadi momentum keagamaan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan dan hibah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Bantuan diberikan kepada sejumlah lembaga dan organisasi keagamaan, mulai dari Majelis Taklim, Yayasan Islam, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), masjid hingga mushola. Total dana bantuan dan hibah yang diserahkan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Penyaluran tersebut menjadi bentuk perhatian Pemprov Kepri terhadap penguatan kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di tengah masyarakat.

Ansar berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung aktivitas keagamaan, pendidikan Al-Qur’an serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menutup sambutannya, Ansar mengajak masyarakat menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan.

“Mudah-mudahan Rasulullah yang menjadi satu-satunya idola bagi kita, bisa kita contoh, ikuti kepribadian, kehidupannya bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Besar Darul Ghufran tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, dengan mengupas keteladanan Rasulullah SAW dan relevansinya dalam kehidupan umat Islam.(Iman Suryanto)

Pos terkait