Bank Indonesia Kepri Genjot Digitalisasi UMKM dan Wisata Kuliner Lewat QRIS 2026

Di sisi lain, Bank Indonesia melihat keterkaitan kuat antara sektor kuliner dengan pengembangan industri pariwisata nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam program QRIS Jelajah Indonesia 2026, tercatat 23,8 persen pengeluaran wisatawan dialokasikan untuk belanja kuliner, dengan nilai belanja mencapai sekitar USD 243,38 per kunjungan wisatawan.

Bacaan Lainnya

Sektor kuliner juga memberikan dampak besar terhadap ketenagakerjaan nasional dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 19,48 juta orang, atau sekitar 13,47 persen dari total tenaga kerja nasional.

Tak hanya itu, sekitar 93,51 persen pelaku usaha makanan dan minuman di Indonesia saat ini masih menyediakan menu makanan lokal, menunjukkan besarnya potensi sektor ini sebagai kekuatan ekonomi domestik yang dapat terus dikembangkan melalui digitalisasi.

Rony menegaskan bahwa program QRIS Jelajah Indonesia memiliki nilai strategis yang lebih luas dibanding sekadar peningkatan transaksi pembayaran digital. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata daerah, meningkatkan eksposur kuliner lokal, serta menggerakkan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

“Di daerah seperti Kepulauan Riau, digitalisasi menjadi elemen penting dalam memperkuat daya saing ekonomi lokal. Ketika sektor pariwisata, kuliner, UMKM, dan sistem pembayaran digital saling terhubung dalam satu ekosistem, maka kita akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Pos terkait