Sementara itu, pembina kegiatan sekaligus Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa festival ini merupakan sebuah gerakan untuk membangun masa depan sepak bola Kepri, bukan sekadar menggelar pertandingan.
“Kita tidak sekadar bermain bola. Ini adalah sebuah gerakan untuk memajukan persepakbolan di Kepri maupun di Batam,” ujarnya.
Menurut Fary, sepak bola merupakan wadah membangun mimpi, disiplin, karakter, serta persahabatan bagi generasi muda. Sejalan dengan pesatnya perkembangan Batam sebagai kota industri dan internasional, daerah ini dinilai layak menjadi panggung lahirnya talenta-talenta sepak bola Asia.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan kompetisi usia dini sengaja dipilih sebagai langkah awal membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Sepak bola bukan hanya tentang menang dan kalah. Sepak bola adalah tentang mimpi, disiplin, persahabatan, dan harapan bagi generasi muda yang sedang tumbuh,” katanya.






