Dekat Singapura-Malaysia, Tiarma Convention Center Perkuat Posisi Batam sebagai Hub MICE

BATAMKOTA.COM, BATAM – Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika ratusan warga mulai berdatangan ke kawasan Panbil Eco Edu Park, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (29/8/2026). Mereka bukan datang untuk menghadiri konser atau pesta pernikahan, melainkan untuk sebuah aksi kemanusiaan: donor darah massal.

Bacaan Lainnya

Lebih dari 500 warga Batam memadati sebuah gedung baru yang berdiri megah di tengah kawasan hijau Panbil Nature Reserve.

Aktivitas sejak pukul 07.00 WIB itu sekaligus menjadi salah satu pembuktian awal bahwa Batam kini memiliki ruang pertemuan berskala besar dengan fasilitas yang dirancang untuk menampung ribuan orang.

Gedung tersebut adalah Tiarma Convention Center by Wyndham Panbil Batam, fasilitas Meeting, Incentive, Convention & Exhibition (MICE) yang diperkenalkan Panbil Group untuk memperkuat posisi Batam sebagai salah satu gerbang bisnis dan pariwisata internasional Indonesia.

Momentum donor darah yang diinisiasi Perkumpulan Marga Goh Kota Batam bersama Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Batam menjadi semacam “uji perdana” bagi venue tersebut sebelum beroperasi penuh pada awal September 2026.

Di balik kemegahan gedung, ada ambisi yang lebih besar: menjadikan Batam semakin siap menerima berbagai agenda berskala nasional hingga internasional.

Letak geografis Batam yang berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia selama ini menjadi salah satu keunggulan utama kota industri tersebut.

Namun, persaingan sebagai destinasi bisnis tidak hanya ditentukan oleh kedekatan geografis. Infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas MICE, menjadi bagian penting untuk menarik konferensi, pameran, perjalanan insentif, hingga berbagai agenda perusahaan dan organisasi internasional.

Kehadiran Tiarma Convention Center menjadi salah satu jawaban terhadap kebutuhan tersebut.

Venue ini memiliki area indoor seluas 2.078 meter persegi dan area outdoor 648 meter persegi. Dengan tinggi plafon mencapai 7,65 meter, ruang tersebut menawarkan fleksibilitas untuk berbagai konsep acara, termasuk tata panggung berukuran besar.

Kapasitasnya mencapai 3.000 orang dalam satu kegiatan. Fasilitas tersebut juga dilengkapi LED screen berukuran 9 x 4 meter untuk mendukung kebutuhan konferensi, pertunjukan maupun pameran.

Tidak hanya ruang acara, aspek aksesibilitas juga menjadi perhatian. Area parkir di bagian depan dan sekitar gedung mampu menampung lebih dari 330 mobil dan 500 sepeda motor.

Dengan kapasitas tersebut, Tiarma Convention Center diproyeksikan dapat menjadi venue untuk beragam kegiatan, mulai dari pernikahan adat, nasional dan internasional, konser musik dan kebudayaan, pameran, seminar lintas negara hingga job fair.

Ada hal lain yang membuat Tiarma Convention Center berbeda dari gedung konvensi pada umumnya.

Bangunan ini berada dalam ekosistem Panbil Eco Edu Park–Panbil Nature Reserve. Konsep tersebut menghadirkan perpaduan antara kebutuhan event berskala besar dengan suasana kawasan yang hijau dan asri.

Bagi industri MICE, kombinasi semacam ini dapat menjadi nilai tambah. Peserta konferensi maupun tamu undangan tidak hanya memperoleh ruang pertemuan, tetapi juga pengalaman berada di kawasan yang menawarkan nuansa alam.

Konsep tersebut sejalan dengan perkembangan industri MICE yang tidak lagi sekadar berbicara mengenai kapasitas ruangan dan kelengkapan teknologi. Pengalaman peserta, aksesibilitas, lingkungan dan daya tarik destinasi turut menjadi bagian dari pertimbangan penyelenggara event.

Batam sendiri memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor tersebut. Kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia memungkinkan kota ini menjadi pilihan bagi penyelenggara kegiatan yang membutuhkan akses internasional namun tetap berada di Indonesia.

Sebelum resmi beroperasi penuh, Tiarma Convention Center sudah menunjukkan kemampuannya menangani aktivitas dengan jumlah peserta besar.

Dalam kegiatan donor darah massal pada Sabtu (29/8), lebih dari 500 warga memadati lokasi. Arus peserta yang datang sejak pagi menjadi gambaran nyata bagaimana fasilitas tersebut dapat digunakan untuk kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

Acara itu turut dihadiri Chairman Panbil Group Johanes Kennedy, Ketua Perkumpulan Marga Goh Batam Goh Cheng Liang, Ketua IKPI Batam Bunandi, Ketua PMI Kota Batam Sri Soedarsono, Ketua Panitia Acara Harun Pandapotan serta sejumlah tamu undangan.

Johanes Kennedy mengatakan kegiatan donor darah tersebut menjadi acara perdana yang memanfaatkan Tiarma Convention Center untuk kegiatan sosial.

“Acara donor darah hari ini merupakan acara perdana yang dipakai untuk kegiatan sosial yang sesuai dengan niat awalnya,” ujar Johanes Kennedy dalam sambutannya.

Menurut dia, kehadiran Tiarma Convention Center tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga meningkatkan standar penyelenggaraan berbagai kegiatan di Batam.

“Dengan hadirnya Tiarma Convention Center by Wyndham Panbil Batam, kami berkomitmen meningkatkan standar penyelenggaraan event di Batam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri MICE secara signifikan,” katanya.

“Tiarma”, Sebuah Doa untuk Batam

Nama Tiarma sendiri memiliki makna yang kuat. Terinspirasi dari bahasa Batak, Tiarma berarti “terang” atau “cahaya”.

Nama itu kemudian menjadi semacam doa agar gedung tersebut bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya ribuan orang, tetapi juga menjadi salah satu titik terang baru bagi perkembangan industri event dan pariwisata Batam.

Ketika operasional penuh dimulai pada awal September 2026, Tiarma Convention Center akan memasuki babak baru.

Bagi Batam, kehadiran fasilitas MICE berkapasitas hingga 3.000 orang bukan sekadar bertambahnya sebuah gedung konvensi. Ia merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata, bisnis, ekonomi kreatif dan industri jasa yang semakin terhubung dengan pasar regional.

Di kota yang hanya berjarak singkat dari Singapura dan Malaysia itu, persaingan untuk menjadi tujuan event internasional kini bukan lagi sekadar tentang siapa yang paling dekat.

Tiarma Convention Center mencoba menjawab tantangan tersebut dengan membawa satu pesan sederhana: Batam siap menjadi panggung bagi lebih banyak pertemuan, perhelatan dan pengalaman berkelas internasional. (Iman Suryanto)

Pos terkait