BATAMKOTA.COM, BATAM — Ekosistem ekonomi digital di Batam memasuki babak baru setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) secara serentak di 10 kota di Indonesia, termasuk Batam.
Kehadiran GSIH di Batam diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara komunitas teknologi, talenta digital, startup, pengembang gim, perguruan tinggi, industri hingga pelaku ekonomi kreatif. Langkah ini sekaligus membuka ruang lebih besar bagi potensi digital Batam untuk terhubung dengan pasar nasional dan regional.
Peluncuran nasional GSIH dipusatkan di BSD City dan terhubung secara langsung dengan 10 kota mitra, yakni Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya.
Berbeda dari pendekatan yang bertumpu pada satu pusat pertumbuhan, GSIH dirancang agar pengembangan ekosistem digital dapat tumbuh dari berbagai daerah dengan menyesuaikan potensi serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Di Batam, aktivasi GSIH dikemas melalui “Level Up Batam: Building Stronger Communities, Growing a Stronger Digital Ecosystem”. Kegiatan tersebut mempertemukan komunitas teknologi, pengembang gim, startup, perguruan tinggi, talenta digital, industri dan komunitas kreatif.
Forum ini tidak sekadar menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga diarahkan untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi antarpelaku ekosistem digital.
Secara ekonomi, Batam dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia. Selain berstatus sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan, kedekatan geografis dengan Singapura dan kawasan Asia Tenggara memberikan peluang bagi talenta, startup dan industri lokal untuk menjangkau pasar regional.
Potensi tersebut semakin diperkuat dengan berkembangnya komunitas teknologi, pengembang gim, kreator digital, perguruan tinggi, industri dan talenta digital di Batam.
Sekretaris Daerah Kota Batam H. Firmansyah mengatakan digitalisasi menjadi bagian penting dalam pembangunan Batam. Karena itu, penguatan ekosistem digital perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.
“Kehadiran Garuda Spark Innovation Hub di Batam diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, talenta, startup, dan investor untuk mendorong Batam menjadi hub digital dan teknologi terdepan di kawasan Asia Tenggara,” ujar Firmansyah.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam pengembangan GSIH Batam adalah industri gim.
Industri tersebut dinilai tidak hanya menghasilkan produk hiburan, tetapi juga memiliki potensi menciptakan lapangan kerja, mengembangkan talenta, mendorong inovasi teknologi, memperkuat kreativitas dan menghasilkan kekayaan intelektual lokal yang dapat dipasarkan secara nasional maupun global.
Karena itu, pengembangan industri gim membutuhkan konektivitas antara pengembang, komunitas, talenta, industri, akademisi dan pemerintah.
Melalui GSIH, konektivitas tersebut diharapkan berkembang menjadi kolaborasi konkret. Startup dan pengembang gim dapat memperoleh akses terhadap talenta, teknologi, pasar, use case dan jejaring.
Di sisi lain, komunitas dan perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam pengembangan kapasitas talenta serta melahirkan berbagai inisiatif baru.





