Airlangga mengatakan, keterlibatan Indonesia dalam pendirian WAICO merupakan langkah penting untuk memastikan tata kelola AI global tetap berorientasi pada manusia (human-centric) serta mampu memberikan manfaat yang lebih merata, khususnya bagi negara-negara berkembang.
Pemerintah juga memastikan seluruh kerja sama melalui WAICO tetap sejalan dengan regulasi nasional, prinsip etika AI, kedaulatan data, serta kepentingan strategis Indonesia dalam berbagai kerja sama ekonomi internasional.
AI Dorong Transformasi Berbagai Sektor
Menurut Airlangga, penerapan AI memiliki potensi besar untuk mempercepat transformasi di berbagai sektor di Indonesia. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung modernisasi pertanian, pengembangan energi terbarukan, hingga inovasi layanan kesehatan digital.
Namun, optimalisasi AI juga membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang memadai, termasuk pembangunan pusat data (data center).
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, AI diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
“Outcome kecerdasan artifisial atau AI, bagi saya mencakup banyak bidang karena cakupan AI sangatlah luas. Bagi negara-negara seperti Indonesia, tentu saja penerapan AI dapat dimanfaatkan pada sektor pertanian (pertanian modern), transisi energi, dan kemudian untuk energi terbarukan, serta untuk mengembangkan banyak sektor digital termasuk di sektor kesehatan,” kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).






