Investasi Asing Mengalir Deras, Wiraraja Group Boyong Modal Triliunan dari Tiga Negara Adidaya

Kemitraan ini diharapkan tidak hanya mendatangkan modal segar bagi Indonesia, tetapi juga mempercepat transformasi teknologi hijau di sektor industri plastik dan kemasan ramah lingkungan.

  1. kolaborasi Energi Bersama Rusia.

Pabrik Turbin Gas Pertama

Hanya berselang beberapa hari setelah kesepakatan di London, Wiraraja Group, selaku pengelola Kawasan Industri Wiraraja di Batam, melanjutkan ekspansinya ke Yekaterinburg, Rusia.

Mitra Kerja Sama: Black Energy AI.

Nilai Investasi: USD 9.300.000 (sembilan juta tiga ratus ribu dolar AS).

Lokasi Penandatanganan: Yekaterinburg Exhibition Hall (ditandatangani langsung oleh Akhmad Ma’ruf Maulana dan CEO BlackEnergy AI, Andrey Gennaedevic pada Rabu, 8 Juli 2026).

Fokus Proyek: Proyek pembangunan pabrik pembuatan turbin gas (setting-up manufacture project for gas turbine).

Dampak Tenaga Kerja: Proyek ini diperkirakan akan menyerap sedikitnya 200 tenaga kerja lokal dan dijadwalkan memulai realisasi investasinya pada Agustus 2026. Dengan Lokasi Industri di Kota Batam, Provinsi Kepri.

Langkah ini memperkuat posisi Batam sebagai basis manufaktur teknologi berat dan energi yang andal di kawasan Asia Tenggara.

  1. Penetrasi Pasar China, Tiga Investasi Sektoral untuk Jawa Timur

Melengkapi safari investasinya, rombongan HKI yang dipimpin langsung oleh Ma’ruf melakukan kunjungan bisnis selama 10 hari di Beijing, China.

Langkah taktis ini membuahkan hasil manis dengan ditandatanganinya tiga komitmen investasi baru.

Lokasi Penandatanganan: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, disaksikan oleh Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Beijing.

Sektor Industri yang Disasar: Industri PupukIndustri Mebel (Furniture)Industri Benang Polyester

Lokasi Penempatan Investasi: Seluruh investasi baru dari China ini akan dialokasikan untuk memperkuat ekosistem industri di Jawa Timur.

Keberhasilan Wiraraja Group dalam mengamankan investasi di tengah ketidakpastian geopolitik global membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi magnet yang sangat menjanjikan bagi para investor asing.

Pos terkait