Namun, setelah terjadi penyesuaian harga BBM nonsubsidi, porsi konsumsi Pertalite meningkat menjadi sekitar 80,5 persen.
Pada Juli 2026, konsumsi produk BBM bersubsidi tersebut secara keseluruhan meningkat sekitar 9,4 persen. Di sisi lain, penjualan BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax Series, mengalami penurunan sekitar 18 persen dibandingkan periode sebelum penyesuaian harga.
Pergeseran pola konsumsi tersebut turut mendorong Pertamina Patra Niaga menyesuaikan strategi operasional untuk menjaga ketersediaan stok BBM di seluruh jaringan SPBU.
“Ini membuat perubahan operasi dari Pertamina Patra Niaga untuk bisa meng-cover atau membangun stok di semua jaringan lembaga penyalur kami khususnya SPBU,” kata Eko.
Konsumsi Biosolar Melonjak 13,9 Persen
Pergeseran konsumsi juga terjadi pada segmen BBM diesel. Eko menyebutkan, komposisi pengguna Biosolar meningkat sebesar 1,2 persen. Sementara itu, secara volume, penjualan Biosolar melonjak hingga 13,9 persen pada Juli 2026.






