Menurut Nyanyang, MTQ XII menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, dan seluruh peserta pada berbagai cabang musabaqah di setiap kabupaten dan kota.
Namun, di tengah semangat berkompetisi, ia mengingatkan bahwa ukhuwah harus tetap menjadi fondasi utama.
“Di atas panggung musabaqah kita boleh bersaing memberikan yang terbaik, tetapi di luar arena kita tetap satu keluarga besar Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Pesan itu menjadi ruh dari Malam Ta’aruf. Sebelum memasuki arena perlombaan, seluruh peserta diajak saling mengenal, membangun persahabatan, dan mempererat kebersamaan sebagai sesama putra-putri daerah yang membawa nama baik Kepulauan Riau.
Nyanyang juga berpesan agar setiap peserta berlomba dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan MTQ sebagai ladang ibadah. Sebab, kemenangan yang paling bermakna bukan hanya berdiri di podium juara, melainkan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupan.






