Nyanyang Haris Resmi Pimpin HKTI Kepri Setelah Dilantik Langsung Wamentan Sudaryono di Batam

Namun demikian, Nyanyang menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk stagnasi. Sebaliknya, kondisi geografis tersebut harus dijadikan peluang untuk mendorong inovasi di sektor pertanian.

“Kepri memiliki peluang besar untuk mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi, termasuk urban farming, hortikultura, serta komoditas bernilai ekonomi tinggi yang sesuai dengan karakter wilayah kepulauan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menekankan bahwa transformasi pertanian di Kepri harus diarahkan pada peningkatan produktivitas sekaligus peningkatan nilai tambah bagi petani. Dengan pendekatan yang tepat, sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, luas kawasan pertanian di Kepri saat ini mencapai sekitar 221 ribu hektare yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Meski tergolong kecil dibandingkan provinsi lain, potensi ini dinilai masih sangat dapat dioptimalkan melalui intensifikasi dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Selain itu, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) Kepri pada Mei 2026 tercatat sebesar 107,40 atau mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Angka ini mencerminkan bahwa pendapatan petani relatif lebih tinggi dibandingkan pengeluarannya.

Pos terkait