Strategi ini bukan sekadar membangun wahana, melainkan menciptakan ekosistem tujuan wisata secara total. Penunjukan Sunset Town sebagai tuan rumah The APEC Summit 2027 adalah langkah diplomasi cerdas untuk memposisikan Phu Quoc sebagai pusat gravitasi baru di Asia Tenggara. Vietnam berada pada urutan ketiga negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi pada Maret 2026, di bawah Malaysia dan Thailand.
Perbandingan Indonesia dengan Vietnam dalam Manajemen Risiko
Jika kita membandingkan dengan Indonesia, perbedaan fundamental terletak pada filosofi eksekusi. Vietnam menerapkan state-led capitalism yang sangat terpusat. Ketika pemerintah memberikan mandat, swasta bergerak serentak tanpa hambatan
regulasi yang berarti. Ini menciptakan kecepatan linear yang sangat masif.
Di Indonesia, kita memiliki keberagaman yang jauh lebih kaya dan eksotis, dari keragaman budaya hingga bentang alam yang tak tertandingi, namun kita terjebak dalam desentralisasi yang belum sepenuhnya terharmonisasi. Peta politik kita yang dinamis, meski sehat bagi demokrasi, sering kali melahirkan policy fatigue atau kelelahan kebijakan, di mana setiap pergantian kepemimpinan sering membawa revisi total pada agenda pembangunan.
Indonesia adalah sebuah kapal besar yang sulit bermanuver di tengah arus kencang, sedangkan Vietnam adalah speedboat yang lincah karena arahnya sudah ditentukan sejak awal oleh komando pusat.
Terkait dengan pengembangan kawasan wisata, terdapat risiko monopoli yang sangat bergantung pada pemain besar seperti VinGroup dan SunGroup. Indonesia harus mendiversifikasi pemain, meskipun ada keterlibatan swasta besar, ekosistem tetap memiliki ruang bagi UMKM untuk tumbuh secara organik dan berkelanjutan.





