Penerbangan Kepri Makin Bergairah, Penjualan Avtur Hang Nadim Diprediksi Tumbuh 5 Persen

Aliran avtur melalui pipa tersebut memiliki kapasitas sekitar 250-300 kiloliter per jam. Setelah tiba di AFT Hang Nadim, bahan bakar ditampung dalam empat unit tangki sebelum disalurkan kepada maskapai penerbangan.

Proses pengisian ke pesawat juga dilakukan dengan sistem filtrasi ketat. Pertamina Patra Niaga menggunakan dua moda utama, yakni kendaraan pengisian berbasis tangki atau refueller serta hydrant dispenser yang terhubung dengan jaringan hydrant di apron bandara.

Bacaan Lainnya

Sistem hydrant memungkinkan pengisian dilakukan langsung melalui jaringan perpipaan di apron, sedangkan kendaraan refueller dapat terhubung langsung ke pesawat.

Kinerja penyaluran avtur di Hang Nadim tidak terlepas dari dinamika industri penerbangan nasional. Sigit mencatat penjualan avtur mengalami penurunan drastis pada 2020 dan 2021 ketika pandemi Covid-19 membatasi mobilitas masyarakat dan aktivitas penerbangan.

“Penjualan turun drastis saat Covid. Pada 2020 dan 2021 turun kurang lebih 60 persen,” katanya.

Namun, kondisi mulai berbalik sejak 2022. Aktivitas penerbangan yang kembali meningkat membuat penjualan avtur secara bertahap mengalami pemulihan.

Dibandingkan 2021, penjualan hingga 2025 disebut telah meningkat sekitar 69 persen. Meski demikian, tingkat penjualan 2025 masih belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi.

Pada 2019, capaian penjualan berada di angka sekitar 94.470 kiloliter (KL), sementara pada 2025 mencapai sekitar 76.650 KL berdasarkan grafik kinerja yang dipaparkan.

“Kalau dilihat sebelum Covid dan sesudah Covid, masih belum sampai seperti 2019,” ujarnya.

Penjualan Avtur 2026 Diprediksi Naik 5 Persen

Memasuki 2026, prospek penjualan avtur di Hang Nadim semakin terbuka seiring bertambahnya rute penerbangan dan meningkatnya mobilitas penerbangan.

Hingga Agustus 2026, penjualan rata-rata bulanan AFT Hang Nadim berada pada kisaran 6.000 kiloliter. Pertumbuhan tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun.

Sigit mengatakan, secara keseluruhan penjualan avtur pada 2026 dibandingkan dengan 2025 diprediksi mengalami kenaikan sekitar 5 persen.

Proyeksi tersebut didukung oleh aktivitas penerbangan yang tetap tumbuh, termasuk adanya pembukaan sejumlah rute baru.

“Kami berharap penjualan tersebut masih terus bertumbuh dengan adanya beberapa pembukaan rute baru seperti penerbangan Wings Air dengan rute Batam-Dumai sebanyak dua kali dalam seminggu,” jelasnya.

Di pasar internasional, terdapat rencana penerbangan baru dari Shenzhen, China, menuju Batam yang akan dioperasikan Donghai Airlines.

Selain itu, penerbangan internasional Malindo dan AirAsia turut memberikan kontribusi terhadap permintaan avtur di Bandara Hang Nadim.

Momentum penerbangan musiman seperti arus mudik Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta penerbangan haji dan umrah juga menjadi faktor penting dalam menjaga permintaan avtur.

Untuk penerbangan umrah, terdapat penerbangan langsung Batam-Jeddah yang dilakukan secara berkala.

“Di tahun 2026 ini ada tambahan pembukaan rute baru, khususnya Wings Air dari Dumai ke Batam dua kali seminggu. Kemudian penerbangan luar negeri dari Shenzhen, China, ke Batam,” kata Sigit.

Penjualan Avtur Penerbangan Haji Turun 3 Persen

Salah satu aktivitas yang turut menopang kinerja AFT Hang Nadim adalah penyelenggaraan penerbangan haji.

Pada musim haji 2026, AFT Hang Nadim melayani penerbangan haji dengan total 25 kloter keberangkatan dan 25 kloter kepulangan.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan musim haji 2025 yang mencatat 26 kloter keberangkatan dan 26 kloter kepulangan.

Dengan adanya perbedaan jumlah kloter tersebut, penjualan avtur untuk penerbangan haji pada 2026 dibandingkan 2025 diprediksi mengalami penurunan sekitar 3 persen.

Meski terjadi penurunan pada segmen penerbangan haji, aktivitas tersebut tetap menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga penyaluran avtur di Bandara Hang Nadim.

Batam juga menjadi titik penting bagi penerbangan feeder jamaah haji dari sejumlah daerah. Terdapat feeder flight dari Pontianak, Pasir Pangaraian, dan Jambi yang terlebih dahulu mendarat di Batam sebelum perjalanan jamaah dilanjutkan menuju Makkah.

Dari sisi pelanggan, kelompok usaha Lion menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap penjualan avtur di Hang Nadim. Sejumlah maskapai seperti Super Airjet, Lion Air, Wings Air, Batik Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan maskapai lainnya turut menjadi pengguna layanan.

Segmen penerbangan internasional, penerbangan militer, umrah, hingga kargo juga menjadi bagian dari basis pelanggan AFT Hang Nadim.

Dengan bertambahnya rute penerbangan dan meningkatnya mobilitas penumpang, Pertamina Patra Niaga melihat peluang pertumbuhan permintaan avtur masih terbuka hingga akhir 2026.

Secara keseluruhan, penjualan avtur AFT Hang Nadim pada 2026 diproyeksikan tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan 2025. Sementara khusus segmen penerbangan haji, penjualan diperkirakan turun sekitar 3 persen akibat berkurangnya jumlah kloter dari 26 menjadi 25 kloter untuk masing-masing fase keberangkatan dan kepulangan.

Sigit berharap peningkatan aktivitas penerbangan pada paruh kedua tahun ini dapat menjaga tren pertumbuhan penjualan avtur hingga akhir 2026.

“Masih ada kuartal ketiga dan keempat. Mudah-mudahan bisa mendekati atau lebih tinggi dari 2025,” ujarnya. (Imam Suryanto)

Pos terkait