Sementara itu, Supervisor HSSE & Fleet Safety Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Lhokseumawe, Arnoldus Setyawan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Pertamina meyakini bahwa penguatan ekosistem halal dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, kami berharap tercipta ekosistem yang saling mendukung sehingga produk-produk lokal mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujar Arnoldus.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengembangan ekosistem industri halal.
Kepala RRI Lhokseumawe memaparkan peran media dalam mendukung pengembangan halal tourism, sementara Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe mengulas potensi produk lokal, ketahanan pangan, serta keberlanjutan produk halal.
Dari sisi regulasi dan keagamaan, Kementerian Agama Kota Lhokseumawe menyampaikan materi mengenai sertifikasi halal, sedangkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM membahas penguatan industri serta pengembangan UMKM halal yang berdaya saing.





