Jaringan transmisi tersebut akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan sehingga memungkinkan distribusi gas bumi yang lebih fleksibel dari Aceh hingga Lampung.
“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelas Heri.
Ia menambahkan, penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik.
Strategi tersebut didukung integrasi infrastruktur berbasis pipa maupun nonpipa, termasuk compressed natural gas (CNG) dan liquefied natural gas (LNG). Diversifikasi infrastruktur ini memungkinkan PGN menjangkau pelanggan dengan kebutuhan energi yang semakin beragam, termasuk kawasan industri baru yang terus berkembang.
Heri optimistis Sumatera dan Kepulauan Riau akan tetap menjadi kawasan strategis bagi ekspansi bisnis PGN seiring meningkatnya investasi industri dan kebutuhan energi nasional.






