Sekolah Rakyat Natuna, Menanam Harapan dari Perbatasan untuk Masa Depan Indonesia

Bagi anak-anak di daerah perbatasan, kesempatan memperoleh pendidikan yang layak memiliki arti yang jauh lebih luas. Sekolah menjadi ruang untuk memperluas cakrawala sekaligus membangun kepercayaan diri bahwa masa depan tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan.

Muzani menilai fasilitas SRT 32 Natuna sudah cukup baik dan representatif. Karena itu, ia meminta para siswa menggunakan seluruh fasilitas tersebut untuk mendukung proses belajar.

“Fasilitas yang sudah cukup megah, cukup bagus, cukup representatif Sekolah Rakyat ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga berharap keberadaan Sekolah Rakyat tidak berhenti pada 180 siswa yang saat ini menempuh pendidikan. Program tersebut diharapkan dapat terus menjangkau anak-anak lain yang membutuhkan dukungan pendidikan.

“Pada tahap berikutnya adalah anak-anak yang juga sudah memerlukan support, dukungan dari Sekolah Rakyat ini,” kata Muzani.

Menurutnya, pendidikan melalui Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Hasilnya memang tidak dapat dilihat dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan konsistensi dan keberlanjutan.

“Ini adalah investasi jangka panjang yang harus sabar, tekun, tapi harus dilakoni, dijalani oleh negara,” ujarnya.

Wagub Nyanyang: Pendidikan Anak Perbatasan Harus Jadi Investasi Masa Depan

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menilai keberadaan SRT 32 Natuna memiliki arti strategis bagi pembangunan sumber daya manusia di wilayah perbatasan.

Menurut Nyanyang, anak-anak Natuna harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita, terlepas dari kondisi sosial ekonomi keluarganya.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, anak-anak di wilayah perbatasan seperti Natuna harus mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar dan mengembangkan potensi mereka,” ujar Nyanyang.

Ia mengatakan, pembangunan Kepri tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas.

Penguatan kualitas manusia menjadi bagian penting agar masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan mampu mengambil manfaat dari berbagai peluang pembangunan.

“Natuna memiliki posisi strategis sebagai wilayah terdepan Indonesia. Tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan generasi mudanya memiliki pendidikan yang baik, karakter yang kuat dan kemampuan untuk bersaing,” katanya.

Nyanyang juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui Sekolah Rakyat.

“Harapan kita, anak-anak ini tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga memiliki karakter, disiplin dan keterampilan yang menjadi bekal untuk masa depan. Mereka adalah bagian dari masa depan Kepri sekaligus masa depan Indonesia,” ujarnya.

Pesan yang disampaikan Muzani kepada para siswa SRT 32 Natuna pada akhirnya bukan hanya tentang nilai akademik.

Ada pesan yang lebih besar: kesempatan pendidikan harus dimanfaatkan untuk mengubah masa depan.

Di wilayah yang berada di garis depan Indonesia itu, 180 siswa kini memiliki ruang untuk belajar, bermimpi dan menyusun langkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Sekolah Rakyat pun tidak berhenti sebagai bangunan dan fasilitas pendidikan. Ia menjadi bagian dari upaya menanam investasi manusia dari wilayah perbatasan—investasi yang hasilnya mungkin baru terlihat bertahun-tahun kemudian.

Dari Natuna, harapan itu tumbuh dari ruang kelas. (Iman Suryanto)

Pos terkait