Sebelum melaksanakan aksi penanaman mangrove, para peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai sebagai upaya mengurangi sampah yang berpotensi mencemari kawasan pesisir dan mengganggu ekosistem laut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar diesel. Peserta juga mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.
Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya’bani, mengatakan, “Kami menyadari bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kepedulian yang semakin tinggi terhadap isu lingkungan. Melalui Telkomsel Jaga Bumi, kami ingin menghadirkan wadah kolaborasi yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi. Kami percaya bahwa upaya pelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.”
Kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ekosistem mangrove yang penting bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Selain berfungsi menyerap karbon dioksida dari atmosfer, mangrove juga berperan sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat berbagai jenis biota laut yang mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir.
Telkomsel merancang Telkomsel Jaga Bumi Movement untuk memantik partisipasi publik melalui tiga pilar aksi:






