Bahlil menjelaskan, penggunaan CNG sebenarnya bukan hal baru karena selama ini telah dimanfaatkan oleh sektor hotel, restoran, dan kafe melalui tabung berkapasitas 12 kg dan 50 kg.
Kini pemerintah mengembangkan tabung CNG berukuran 3 kg yang ditujukan bagi masyarakat penerima subsidi. Tabung tersebut menggunakan tekanan sekitar 200 hingga 250 bar dan dilengkapi teknologi katup (valve) khusus untuk meningkatkan aspek keamanan.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu mengganti kompor yang sudah dimiliki karena tabung CNG dirancang tetap kompatibel dengan peralatan rumah tangga yang ada.
“Uji coba sudah masuk tahap ketiga bersama Pertamina. Mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa mulai diproduksi,” kata Bahlil.
Melalui program ini, pemerintah berharap pemanfaatan CNG dapat mengurangi impor LPG, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan cadangan gas bumi yang melimpah di Indonesia.
SUMBER: DETIK






