“Ke depan kita ingin pertanian di Kepulauan Riau tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional semata. Kita ingin membangun sistem yang lebih modern, produktif, dan mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Nyanyang dalam diskusi santai bersama awak media pada Selasa (30/6/2026) pagi.
Menurutnya, kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi pengembangan sektor pangan dan pertanian.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru membuka peluang lahirnya model pertanian yang lebih inovatif, mulai dari pertanian terpadu, pengembangan komoditas unggulan lokal, hingga penguatan industri turunan berbasis hasil pertanian.
Salah satu fokus besar yang akan didorong HKTI Kepri adalah program hilirisasi produk pertanian. Langkah ini dinilai penting agar hasil produksi petani tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Tidak hanya itu, pengembangan sektor agro wisata juga masuk dalam prioritas program kerja organisasi. Nyanyang melihat tren wisata berbasis alam dan edukasi pertanian kini berkembang pesat dan berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.






