


BATAMKOTA.COM, BATAM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri penutupan sekaligus Gala Dinner Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) ke-22 yang digelar di Grand Ballroom Sisoding, Wyndham Batam, Rabu (24/6/2026) malam.
Forum strategis yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di Kota Batam tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia, khususnya antara Provinsi Kepulauan Riau dan Riau dengan Negeri Johor serta Melaka.
Dalam sambutannya, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa Sosek Malindo bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah strategis untuk memperkuat kerja sama lintas batas di berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, perdagangan, transportasi, kebudayaan hingga tata kelola kawasan perbatasan.
Menurutnya, fokus utama penyelenggaraan Sosek Malindo tahun ini adalah memperkuat integrasi kawasan sehingga Kepulauan Riau, khususnya Batam, semakin kokoh sebagai pusat kerja sama ekonomi perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi kedua negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, konektivitas, serta pembangunan kawasan perbatasan yang semakin maju dan berdaya saing,” ujar Nyanyang.
Ia menjelaskan, selama rangkaian pertemuan, berbagai pembahasan strategis berhasil disepakati. Salah satunya penguatan sektor sosial melalui pelestarian budaya Melayu serta peningkatan kerja sama pendidikan dan pelatihan antara Indonesia dan Malaysia.
Selain itu, pembahasan juga menitikberatkan pada peningkatan konektivitas transportasi dan logistik, promosi pariwisata daerah, penempatan tenaga kerja terampil, termasuk penguatan transformasi digital sebagai fondasi pembangunan ekonomi kawasan.
Delegasi kedua negara juga diajak mengunjungi destinasi wisata sejarah Pulau Penyengat sebagai bagian dari promosi kekayaan budaya dan potensi pariwisata Kepulauan Riau kepada mitra dari Malaysia.
Nyanyang mengatakan, seluruh hasil pembahasan dalam pertemuan tingkat teknis maupun sidang Sosek Malindo diharapkan dapat segera ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
“Dari pertemuan ini lahir semangat baru untuk memperkuat komitmen bersama membangun dan mentransformasi kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia agar menjadi wilayah yang aman, maju, sejahtera, serta memiliki daya saing tinggi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia telah terjalin erat sejak lama. Karena itu, kolaborasi yang terus diperkuat melalui forum Sosek Malindo diyakini mampu membuka lebih banyak peluang investasi, perdagangan, pariwisata, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Melalui penyelenggaraan Sosek Malindo ke-22 di Batam, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap hubungan persahabatan Indonesia-Malaysia semakin erat sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang utama kerja sama ekonomi regional di kawasan Selat Malaka dan ASEAN. (Iman Suryanto)






