“Hari ini bukan sekadar launching koridor baru. Ini adalah bagaimana Batam membangun konektivitas antarmoda. Sekarang moda laut, darat dan udara di Batam mulai saling terhubung,” kata Yusfa.
Ia mencontohkan, masyarakat dari Karimun maupun Tanjung Pinang yang tiba di pelabuhan kini dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Batam, kemudian terkoneksi langsung menuju bandara melalui Koridor 7.
Menurutnya, salah satu indikator kota maju adalah masyarakat memiliki akses mudah terhadap transportasi publik, sebagaimana sistem transportasi di negara maju seperti Singapura dan Korea Selatan.
“Cita-cita kita ke depan, Batam menjadi kota modern dengan sistem transportasi publik terintegrasi. Bukan hanya kendaraan pribadi, tetapi masyarakat punya pilihan transportasi umum yang nyaman dan berkualitas,” ujarnya.
Pengoperasian Koridor 7 dinilai akan memberi dampak ekonomi yang besar bagi Batam.





