Dalam sambutannya, Bachtiar Utomo menegaskan bahwa amanah sebagai pemimpin organisasi petani bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas, kejujuran, dan komitmen penuh terhadap kesejahteraan petani.
“Seorang pemimpin itu pertama harus memegang amanah. Amanah yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian seorang pemimpin harus memiliki wawasan, bersikap jujur, serta mampu memberikan contoh yang baik kepada anggota dan masyarakat,” tegas Bachtiar.
Ia menekankan, setelah proses pelantikan selesai, seluruh pengurus HKTI di daerah harus segera bergerak cepat melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar struktur organisasi benar-benar hidup dan berjalan efektif di lapangan.
Menurutnya, kekuatan HKTI sejatinya berada di akar rumput, yakni para petani yang sehari-hari berproduksi dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Organisasi tidak boleh berhenti di tingkat pengurus saja. Konsolidasi harus sampai ke kelompok tani. Kita harus tahu siapa petaninya, komoditas apa yang mereka tanam, bagaimana kondisinya, hingga kebutuhan yang mereka hadapi di lapangan,” ujarnya.






