Lebih lanjut, Bachtiar mendorong seluruh pengurus HKTI di daerah agar mulai mengembangkan pola pertanian modern dan kreatif, termasuk memanfaatkan teknologi pertanian di tengah keterbatasan lahan yang banyak terjadi di wilayah perkotaan maupun daerah kepulauan seperti Kepri.
Ia menyebut berbagai model pertanian produktif tetap bisa dijalankan meskipun dengan keterbatasan ruang, seperti hidroponik, urban farming, budidaya tanaman pekarangan, peternakan skala kecil berbasis keranjang, hingga budidaya perikanan menggunakan kolam terpal modern.
“Pertanian tidak selalu soal lahan luas. Kalau ada kemauan, usaha dan inovasi, semua bisa dilakukan. Hidroponik bisa, tanaman pekarangan bisa, peternakan kecil bisa, perikanan dengan sistem kolam modern juga bisa. Selama masyarakat mau berusaha, sektor pertanian akan terus berkembang,” katanya.
Selain konsolidasi, Bachtiar juga menyoroti pentingnya pendampingan langsung kepada petani mulai dari tahap awal produksi hingga pemasaran hasil panen.
Menurutnya, petani membutuhkan dukungan nyata mulai dari pemilihan benih unggul, teknik budidaya yang tepat, penggunaan pupuk yang efisien, hingga edukasi agar produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan.






