BATAMKOTA.COM, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pendidikan melalui program edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Subdit Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) BP Batam telah melaksanakan kunjungan edukasi ke 108 sekolah di Batam, mulai dari jenjang RA/TK, SD, SMP hingga SMA.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi kebakaran sekaligus membekali para siswa dengan kemampuan melakukan penyelamatan diri dalam situasi darurat.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, edukasi keselamatan perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki pemahaman dan kebiasaan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
“Edukasi mengenai keselamatan dan pencegahan kebakaran penting diberikan sejak dini. Anak-anak tidak hanya perlu mengetahui bahaya kebakaran, tetapi juga harus memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. Dengan edukasi dan simulasi yang dilakukan secara rutin, kita berharap mereka dapat bertindak lebih tenang, cepat dan tepat,” ujar Ariastuty Sirait.
Berdasarkan laporan BP Batam, kegiatan edukasi tersebut menyasar 95 sekolah jenjang RA/TK, enam SD, empat SMP dan tiga SMA. Metode pembelajaran disesuaikan dengan tingkat usia peserta didik, mulai dari storytelling hingga praktik langsung penanganan kebakaran.
Untuk anak-anak RA/TK, materi diberikan melalui pengenalan profesi pemadam kebakaran, kendaraan dan peralatan pemadam serta edukasi mengenai larangan bermain api.
Sementara siswa SD mendapatkan materi mengenai pengenalan profesi pemadam, larangan bermain api, prosedur dasar penyelamatan diri, hingga simulasi pemadaman menggunakan hidran.
Pada jenjang SMP, materi diperluas dengan pengenalan penyebab kebakaran, teori Segitiga Api dan tindakan penanganan awal kebakaran. Para siswa juga mendapatkan praktik memadamkan api pada kompor gas menggunakan kain basah.
Sedangkan siswa SMA mendapatkan materi mengenai penyebab kebakaran dan penanggulangan kebakaran tingkat lanjut, termasuk pelatihan tim evakuasi dan praktik menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Bukan Sekadar Teori
Edukasi yang dilakukan BP Batam tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam ruangan. Para siswa juga diperkenalkan secara langsung dengan kendaraan pemadam kebakaran dan berbagai peralatan yang digunakan petugas.
Dalam sejumlah kegiatan, siswa bahkan diberikan kesempatan mengikuti simulasi dan praktik penyemprotan air dengan peralatan pemadam di bawah pendampingan petugas.






