Edukasi Kebakaran BP Batam Jangkau 108 Sekolah, Siswa Belajar Evakuasi dan APAR

Pendekatan praktik tersebut membuat kegiatan edukasi berlangsung lebih interaktif. Anak-anak tidak hanya melihat langsung kendaraan pemadam, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai bagaimana menghadapi kondisi kebakaran.

Laporan kegiatan mencatat, siswa TK dan SD mampu melakukan evakuasi tanpa kepanikan berlebih. Sementara siswa SMP dan SMA berhasil mempraktikkan pemadaman api skala kecil dengan aman.

Bacaan Lainnya

Ariastuty menambahkan, pembentukan budaya keselamatan tidak cukup dilakukan melalui edukasi sesaat. Lingkungan sekolah perlu memiliki sistem kesiapsiagaan yang terus dilatih.

“Sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan. Karena itu, edukasi harus dibarengi dengan simulasi dan pembiasaan sehingga ketika menghadapi kondisi sebenarnya, siswa maupun tenaga pendidik sudah mengetahui jalur evakuasi dan tindakan yang harus dilakukan.”

Dalam laporan tersebut, BP Batam juga merekomendasikan sekolah untuk memasang petunjuk jalur evakuasi yang lebih jelas di setiap lantai bangunan serta melaksanakan latihan atau simulasi kebakaran secara rutin setidaknya setiap enam bulan.

Selain kunjungan edukasi, pada Juli 2026 Subdit PPK BP Batam juga melaksanakan sosialisasi dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut diikuti tujuh sekolah pada 20–23 Juli 2026.

Melalui program tersebut, BP Batam berharap kesadaran mengenai pencegahan kebakaran dapat tumbuh sejak lingkungan sekolah dan kemudian terbawa hingga lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan demikian, edukasi kebakaran tidak hanya bertujuan mengajarkan cara memadamkan api, tetapi yang lebih penting adalah membangun kesiapsiagaan, ketenangan dan kemampuan menyelamatkan diri ketika keadaan darurat benar-benar terjadi. (Iman Suryanto)

Pos terkait