Hingga akhir 2026, perseroan menargetkan ekspor sebanyak 72 kontainer udang vaname dengan nilai sekitar Rp218,5 miliar.
“Target tersebut dirancang untuk menjaga konsistensi pasokan dan memenuhi permintaan pasar global secara berkelanjutan. ID FOOD juga terus memperkuat koordinasi dengan pemasok, mitra pengolahan, serta pembeli untuk menjaga kualitas produk dan ketepatan pengiriman,” jelasnya.
Perluas Pasar Udang Vaname
Untuk pasar Amerika Serikat, ekspor udang vaname dilakukan melalui kerja sama dengan importir RCC dan Sterling Seafood Corporation. Selain AS, ID FOOD juga mengembangkan pemasaran udang vaname ke sejumlah negara lain, seperti Brunei Darussalam, Vietnam, dan Jepang.
Ghimoyo mengatakan, diversifikasi negara tujuan ekspor dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu kawasan.
“Diversifikasi negara tujuan dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, serta menjaga kesinambungan bisnis ekspor produk perikanan,” katanya.





