Selain itu, terdapat proyek di Pulau Rengit yang dikembangkan bersama PT PLN (Persero). Proyek ini mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan hidrogen sebagai media penyimpanan energi atau energy storage untuk memasok kebutuhan listrik di wilayah terpencil.
“Jadi ini salah satu upaya kita membuktikan konsep pemakaian pembangkit listrik tenaga surya untuk digunakan di wilayah remote area dan menggunakan hidrogen sebagai energy storage-nya atau penyimpanan energinya,” kata Eniya.
Pertamina Kembangkan Hidrogen Berbasis Panas Bumi
Pengembangan energi hidrogen juga dilakukan dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan lainnya.
Eniya menyebut PT Pertamina (Persero) mulai memanfaatkan energi panas bumi atau geothermal untuk memproduksi hidrogen melalui proyek yang diinisiasi di Ulubelu.
Kementerian ESDM mendorong agar berbagai proyek pengembangan hidrogen tersebut dapat segera direalisasikan sehingga pemanfaatannya sebagai sumber energi bersih dapat segera dirasakan.






