BATAMKOTA.COM, JAKARTA – Program biodiesel B50 yang diterapkan Indonesia mulai menarik perhatian sejumlah negara. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Malaysia, Jepang, hingga India mulai menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari implementasi program bioenergi yang resmi diberlakukan di Indonesia sejak 1 Juli 2026.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan Malaysia menjadi salah satu negara yang secara langsung menyatakan minatnya untuk mempelajari penerapan B50 di Indonesia.
Menurutnya, ketertarikan tersebut muncul karena Malaysia juga merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia sehingga ingin mengetahui pengalaman Indonesia dalam mengembangkan biodiesel berbasis sawit.
“Sekarang pada mau belajar ke Indonesia. Malaysia sudah tanya mau belajar, sudah mulai penasaran mereka. Karena sama-sama produsen sawit juga,” ujar Eniya, dikutip dari kanal YouTube resmi Kementerian ESDM, Senin (13/7/2026).
Selain Malaysia, Eniya menyebut Jepang dan India juga mulai mencari informasi mengenai pengembangan bioenergi Indonesia.






