Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyambut positif kolaborasi internasional tersebut. Menurutnya, Kepri memiliki keunggulan kompetitif yang siap mendukung masuknya investasi berskala besar, baik dari sisi letak geografis, infrastruktur, maupun ekosistem industrinya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri saat ini memprioritaskan pengembangan empat sektor strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Sektor pertama adalah industri pengembangan kawasan dan manufaktur yang diarahkan pada perluasan kawasan industri, pembangunan infrastruktur pendukung, serta hilirisasi komoditas untuk memperkuat rantai pasok industri.
Sektor kedua merupakan industri energi terbarukan, khususnya biogas, sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi hijau. Pengembangan energi bersih dinilai akan meningkatkan daya saing kawasan industri sekaligus memenuhi kebutuhan energi bagi sektor manufaktur modern.
Prioritas berikutnya adalah industri perakitan (assembling), terutama pada sektor elektronik dan teknologi yang selama ini menjadi kontributor utama ekspor Kepulauan Riau. Penguatan industri ini diyakini akan meningkatkan nilai tambah produk manufaktur sekaligus memperbesar peluang ekspor.






