Menurut Raja Juli, penguatan regulasi dan pembangunan infrastruktur menjadi syarat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok kredit karbon dunia, tetapi juga menjadi tujuan utama investasi iklim jangka panjang.
Indonesia Dorong Pasar Karbon Berintegritas
Menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP31), Indonesia mendorong tiga agenda utama dalam pengembangan pasar karbon global.
Pertama, memperkuat integritas dan transparansi pasar karbon internasional. Kedua, membangun infrastruktur serta instrumen pengelolaan risiko untuk menarik lebih banyak investasi swasta. Ketiga, memastikan manfaat ekonomi dari perdagangan karbon dapat dirasakan masyarakat lokal, masyarakat adat, dan komunitas penjaga hutan.
“Masa depan pasar karbon tidak hanya ditentukan oleh jumlah kredit karbon yang diperdagangkan, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan yang dibangun, investasi yang berhasil dimobilisasi, serta manfaat iklim dan pembangunan yang dihasilkan,” ujar Raja Juli.





