Sementara itu, barang bukti rokok ilegal selanjutnya akan diserahkan kepada Ditjen Bea dan Cukai untuk penanganan sesuai ketentuan.
BNN bersama aparat penegak hukum juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pemilik barang, pengendali jaringan, jalur distribusi, sumber pendanaan, serta kemungkinan keterlibatan jaringan internasional lainnya.
Bea Cukai: Selat Malaka Jadi Fokus Pengawasan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djaka Budi Utama mengatakan operasi tersebut merupakan bukti pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga perairan Indonesia, khususnya Selat Malaka.
Menurut dia, sinergi antara Bea Cukai, BNN, kepolisian, dan unsur TNI akan terus diperkuat untuk mencegah masuknya narkotika maupun barang ilegal ke Indonesia.
“Kegiatan ini ataupun operasi gabungan ini merupakan kolaborasi yang setiap saat dan akan terus berlangsung untuk menjaga perairan Selat Malaka dari peredaran ataupun jalur-jalur barang ilegal,” katanya.
Djaka menegaskan Bea Cukai menjalankan fungsi sebagai community protector, khususnya dalam mengawasi lalu lintas barang yang keluar maupun masuk wilayah Indonesia.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Ini adalah bentuk kolaborasi. Dengan kolaborasi ini, kita bisa menjaga kedaulatan NKRI,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin turut mengapresiasi keberhasilan operasi gabungan tersebut.
Ia mengatakan posisi geografis Kepri yang mayoritas berupa wilayah laut dan berbatasan langsung dengan perairan internasional membuat kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyelundupan.
“Kerawanan-kerawanan penyelundupan sangat rawan, yang hari-hari bisa terjadi. Oleh karena itu, kami selalu bersinergi dan berkolaborasi,” kata Asep.
Menurut dia, keberhasilan pengungkapan 2,6 ton sabu cair dan 1,57 juta batang rokok ilegal tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan bersama di wilayah perbatasan.
“Untuk mengamankan masyarakat Kepri khususnya, dan Indonesia secara umum, menyelamatkan jiwanya dari peredaran gelap narkotika dan barang-barang terlarang lainnya,” ujarnya.
Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa jalur laut internasional di sekitar Kepri masih menjadi salah satu medan utama yang harus diawasi secara ketat dalam perang melawan jaringan narkotika dan penyelundupan lintas negara.(Iman Suryanto)





