Capaian tersebut mencerminkan peningkatan efektivitas proses bongkar muat secara keseluruhan. Dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi, waktu yang dibutuhkan kapal selama proses pelayanan di dermaga menjadi semakin singkat sehingga kapal dapat segera kembali berlayar untuk melayani rute berikutnya.
“Semakin tinggi produktivitas pelayanan kapal, maka semakin besar pula efisiensi yang dirasakan oleh pengguna jasa pelabuhan. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing pelabuhan di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Capt. Basori Alwi.
Keberhasilan transformasi operasional juga terlihat dari penurunan Vessel Turnaround Time, yakni total waktu kapal berada di terminal mulai dari sandar hingga meninggalkan pelabuhan.
Jika sebelumnya kapal membutuhkan waktu sekitar 20 jam, kini durasi tersebut berhasil dipangkas menjadi sekitar 7 jam, atau mengalami peningkatan efisiensi sekitar 65 persen.
Penurunan waktu sandar ini memberikan manfaat besar bagi perusahaan pelayaran karena mampu mengurangi biaya operasional kapal, mempercepat rotasi armada, sekaligus meningkatkan ketepatan jadwal distribusi barang.






