Potensi Ekonomi Kepri Menguat, Ansar Dorong Batam Jadi Hub Ekspor Sumatera

Bidik Potensi Pelabuhan dan Ekonomi Maritim

Potensi lain yang menjadi perhatian Ansar adalah sektor kemaritiman, khususnya aktivitas pelabuhan dan anchorage.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tingginya aktivitas perdagangan di Singapura dan Johor merupakan peluang yang harus dimanfaatkan Kepri dengan meningkatkan kapasitas pelabuhan dan layanan maritim.

“Singapura sudah sekitar 30 juta TEUs pelabuhannya, sementara kita belum mencapai satu juta. Maka kita terus mendorong pembangunan agar kita punya kapasitas yang juga bisa bersaing dengan Singapura dan Johor,” ujarnya.

Ansar menilai penguatan konektivitas maritim tidak hanya akan memberikan manfaat bagi Kepri, tetapi juga membuka jalur distribusi baru bagi produk dari berbagai wilayah Sumatera.

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Capai 6,99 Persen

Berbagai kebijakan tersebut, kata Ansar, mulai tercermin dalam sejumlah indikator makro pembangunan Kepri.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 6,99 persen, tertinggi di Sumatera dan berada di posisi ketiga secara nasional.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri mencapai 80,53 poin dengan tingkat kemiskinan berada di kisaran 4,3 persen.

Dari sisi pariwisata, Kepri juga terus menunjukkan pemulihan setelah pandemi COVID-19. Pada tahun sebelumnya, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai sekitar 2,2 juta kunjungan, sementara total kunjungan wisatawan mencapai sekitar 4,3 juta.

“Dengan PDRB per kapita per orang setahun rata-rata Rp172 juta, kita sudah setara dengan Brasilia dan sudah berada di atas beberapa wilayah lainnya,” kata Ansar.

Meski demikian, Ansar mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tetap diikuti dengan pemerataan pembangunan sehingga manfaat pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Perluas Kerja Sama Ekonomi Regional

Ansar juga mengajak pemerintah daerah di Sumatera mengoptimalkan berbagai skema kerja sama ekonomi regional, termasuk Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dan kerja sama Sijori (Singapura-Johor-Riau).

Menurutnya, kerja sama tersebut perlu diperluas agar mampu membuka akses pasar yang lebih besar sekaligus memperkuat rantai pasok antardaerah.

“Pasar besar sudah ada di hadapan kita. Mari kita gunakan dan perluas akses tersebut semaksimal mungkin,” tegasnya.

Di sisi lain, Ansar mengapresiasi DPD RI yang terus mendorong penguatan regulasi bagi daerah berciri kepulauan, termasuk perjuangan terkait undang-undang tentang provinsi kepulauan.

Ia berharap regulasi tersebut dapat memberikan ruang lebih besar bagi daerah kepulauan untuk mengembangkan ekonomi berdasarkan karakter geografis dan potensi masing-masing.

Ansar juga berharap pembahasan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menghasilkan langkah konkret serta memperkuat solidaritas dan kerja sama ekonomi antardaerah di Sumatera.(Iman)

Pos terkait