Menurut Presiden, langkah perampingan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan pelat merah sekaligus mengurangi beban biaya operasional yang selama ini dinilai terlalu besar.
“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 direktur utama, direksi, komisaris. Overhead-nya seperti apa, gajinya seperti apa. Ini uang rakyat semua,” katanya.
Prabowo menilai masih banyak perusahaan negara yang tidak memberikan keuntungan, tetapi tetap membebani keuangan negara melalui biaya operasional dan remunerasi jajaran pengurus.
Karena itu, ia meminta Danantara menyelesaikan seluruh proses restrukturisasi pada tahun ini agar dalam dua tahun pemerintahannya BUMN dapat menjadi lebih efisien, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” tegasnya.






