Tugu Bundaran Raja Ali Marhum Jadi Ikon Baru Batam, Angkat Sejarah Hang Nadim dan Budaya Melayu

Di lokasi yang strategis, setiap kendaraan yang melintas akan berhadapan dengan sebuah karya arsitektur yang mengajak siapa pun berhenti sejenak, bukan untuk sekadar memandang bentuknya, tetapi memahami makna yang dibawanya.

Nama Hang Nadim selama ini begitu melekat sebagai identitas bandara terbesar di Kepulauan Riau. Namun bagi banyak orang, nama itu hanya sebatas penanda lokasi.

Melalui pembangunan monumen ini, kisah tentang keberanian, kecerdasan, dan visi tokoh legenda Melayu tersebut dihadirkan kembali sebagai inspirasi bagi masyarakat modern.

Dalam rancangan arsitekturnya, sosok tugu menjadi simbol kekuatan, harapan, dan keberanian menghadapi perubahan zaman. Nilai-nilai itu dipandang sejalan dengan karakter Batam yang tumbuh sebagai kota industri, perdagangan, investasi, sekaligus rumah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

Keistimewaan monumen ini juga terletak pada penempatannya. Berdiri pada sumbu pandang yang mengarah langsung ke Masjid Tanwirun Naja dan kawasan Taman Raja Wali BP Batam, tugu membentuk poros visual yang sarat makna. Puncaknya dirancang sejajar dengan masjid, menghadirkan simbol hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Pos terkait