Di tengah laju modernisasi Batam yang terus berkembang sebagai pusat investasi nasional, kehadiran Tugu Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda (YDM) V menjadi penegas bahwa kemajuan tidak harus menghapus identitas.
Sebaliknya, masa depan justru akan semakin kokoh ketika dibangun di atas fondasi sejarah dan budaya yang kuat.
Kelak, setiap orang yang memasuki Batam melalui Bandara Hang Nadim tidak hanya melihat sebuah bundaran yang indah. Mereka akan disambut oleh sebuah monumen yang bercerita—tentang keberanian seorang tokoh Melayu, tentang akar peradaban yang tetap hidup, dan tentang sebuah kota yang melangkah menuju masa depan tanpa pernah meninggalkan jati dirinya. (Iman Suryanto)





