BATAMKOTA.COM, JAKARTA – Kementerian Kehutanan akan memfasilitasi penerbitan kredit karbon sektor kehutanan dengan volume lebih dari 30 juta ton setara karbon dioksida (CO2e) pada 6 Juli 2026. Langkah ini menjadi salah satu penerbitan kredit karbon kehutanan terbesar di Indonesia sekaligus menandai dimulainya fase implementasi pasar karbon kehutanan nasional.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan penerbitan kredit karbon tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun pasar karbon yang kredibel, transparan, dan mampu menarik pembiayaan iklim dalam skala besar.
“Ini merupakan bukti bahwa Indonesia tidak hanya membangun kerangka kebijakan, tetapi juga menghadirkan peluang pasar yang konkret dan dapat dipercaya oleh investor,” ujar Raja Juli saat menghadiri London Climate Action Week 2026 di London, Inggris.
Dorong Investasi untuk Perlindungan Hutan
Menurut Raja Juli, tantangan terbesar dalam pembiayaan iklim saat ini bukan terletak pada ketersediaan modal, melainkan pada belum terbentuknya ekosistem investasi yang mampu memberikan kepastian bagi investor.





