Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$145,6 Miliar pada Juni 2026, Rupiah Masih Tertekan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, pada periode April–Juni 2026 tercatat capital inflow sebesar US$7,98 miliar, berbalik dari kuartal I-2026 yang mengalami capital outflow sebesar US$1,47 miliar.

Aliran dana asing tersebut terutama berasal dari instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang mencatat arus masuk sebesar US$8,48 miliar, disusul investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar US$1,78 miliar.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, pasar saham domestik masih mencatat arus keluar dana asing (foreign outflow) sebesar US$2,3 miliar.

Meski arus modal asing kembali positif, kondisi tersebut belum mampu mengangkat kinerja nilai tukar rupiah. Sepanjang kuartal II-2026, rupiah masih mengalami depresiasi sekitar 4,96%.

Pada akhir Juni 2026, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.907 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi terlemah Rp18.178 per dolar AS pada 8 Juni 2026.

Pos terkait