BATAMKOTA.COM, JAKARTA – Rencana pemerintah memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp40 triliun dinilai belum cukup untuk memperbaiki kondisi fiskal. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memperkirakan pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran hingga sekitar Rp150 triliun agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada level yang lebih sehat.
Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, mengatakan hasil simulasi lembaganya menunjukkan bahwa apabila program MBG dijalankan secara penuh dengan cakupan sekitar 80 juta penerima manfaat, defisit APBN berpotensi meningkat hingga mencapai 3,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Kalau target penerima mencapai 100 persen atau sekitar 80 juta orang, hitungan kami defisit APBN bisa mencapai 3,34 persen dari PDB,” ujar Huda, Jumat (26/6).
Menurutnya, untuk menjaga kesehatan fiskal, pemerintah sebaiknya membatasi pelaksanaan program pada sekitar 50 persen dari target awal. Dengan asumsi kebutuhan anggaran MBG mencapai sekitar Rp286 triliun untuk pelaksanaan penuh, maka penghematan yang diperlukan diperkirakan mencapai Rp150 triliun.
Dengan demikian, anggaran ideal program MBG berada di kisaran Rp143 triliun.





