BATAMKOTA.COM, JAKARTA – Perekonomian Indonesia memasuki tahun 2026 dengan tantangan yang semakin kompleks. Ketegangan geopolitik dunia, lonjakan harga energi, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang meningkatkan ketidakpastian di tengah perlambatan ekonomi global.
Di dalam negeri, kondisi tersebut turut memberi tekanan terhadap stabilitas makroekonomi. Pemerintah menghadapi tantangan menjaga ruang fiskal di tengah meningkatnya kebutuhan belanja negara, sementara pasar keuangan masih dibayangi sentimen negatif yang berpotensi memengaruhi arus modal dan kepercayaan investor terhadap aset domestik.
Selain menjaga stabilitas, Indonesia juga dituntut menemukan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Ketergantungan terhadap konsumsi domestik dinilai tidak lagi cukup untuk menopang pertumbuhan jangka panjang sehingga diperlukan dorongan investasi, percepatan industrialisasi, hilirisasi sumber daya alam, serta peningkatan produktivitas nasional.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam Indonesia Strategic Economic Report 2026 yang disusun Indonesia Strategic Economic (ISE) bersama Bisnis Indonesia. Laporan tersebut memetakan tiga risiko utama yang diperkirakan akan menentukan arah perekonomian nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Ketiga risiko tersebut meliputi stabilitas makroekonomi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta kredibilitas kebijakan pemerintah yang berpengaruh terhadap kepercayaan pasar dan investor.






