“Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,” kata Prabowo.
Presiden menyebut dari lebih dari 1.000 entitas BUMN yang sebelumnya ada, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan. Jumlah tersebut ditargetkan terus berkurang hingga hanya tersisa sekitar 250 perusahaan.
“Dari 1.000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300. Ujungnya nanti 250. Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup,” ujar Prabowo.
Menurutnya, banyaknya jumlah BUMN selama ini menyebabkan tingginya biaya operasional, termasuk untuk membiayai struktur direksi dan komisaris.
“750 dirut, 750 direksi kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya seperti apa, gajinya seperti apa. Ini uang rakyat semua,” katanya.






