Ia meminta seluruh prajurit dan tim Bank Indonesia menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan misi tersebut sebagai pengabdian menjaga persatuan Indonesia.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Mewakili Gubernur Kepulauan Riau, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal mengatakan karakteristik wilayah Kepri yang 96 persen terdiri dari lautan membuat distribusi layanan ekonomi menjadi tantangan besar.
“Kepri berada di garis depan kedaulatan NKRI. Kondisi geografis ini membawa tantangan tersendiri terutama memastikan roda perekonomian berputar merata hingga pulau-pulau terjauh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa rupiah bukan hanya alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan negara. Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat di wilayah perbatasan mengalami kesulitan memperoleh uang layak edar atau bahkan beralih menggunakan mata uang asing akibat keterbatasan akses.
Karena itu, menurut Andri, sinergi antara Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut merupakan bentuk nyata hadirnya negara menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kepulauan.






