BATAMKOTA.COM, JAKARTA – Iran mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal dagang internasional agar tidak menghindari jalur pelayaran yang telah ditetapkan Teheran di Selat Hormuz. Pemerintah Iran menilai penggunaan rute alternatif justru berpotensi memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat aksi saling serang di kawasan Teluk pada Minggu (28/6/2026). Insiden terbaru itu semakin memperlihatkan rapuhnya nota kesepahaman (MoU) damai yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari lalu.
Kemarahan Teheran dipicu oleh keputusan Oman yang mengumumkan jalur alternatif pelayaran di Selat Hormuz yang berada di sepanjang garis pantai negara tersebut. Pemerintah Oman menyatakan jalur itu disusun bersama Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk menjaga kelancaran arus pelayaran.
Sejumlah kapal dagang internasional dilaporkan mulai menggunakan rute tersebut dengan berlayar lebih dekat ke wilayah Oman. Padahal, Iran selama ini mewajibkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menggunakan koridor pelayaran di dekat wilayah pantainya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan setiap upaya mengubah pengaturan navigasi yang telah ditetapkan Iran hanya akan memperumit situasi.






